Namun karena saat ini Israel masih dalam proses pembentukan pemerintahan baru, beberapa pihak memperkirakan tidak ada kemajuan signifikan yang akan dicapai.
Hillary sendiri tiba di Israel dari Mesir, tempat AS bersama lembaga donor internasional sepakat untuk mengucurkan dana sebesar 4,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 5,3 triliun) untuk membangun kembali Gaza.
Berbicara mengenai perundingan di Sharm el-Sheikh tersebut, Hillary menegaskan pemerintahan baru AS berkomitmen untuk membantu pembentukan pemerintahan Palestina. Hillary juga berusaha menunjukkan komitmen pribadinya bagi tercapainya perdamaian walaupun memang dibutuhkan kesabaran.
Di Jerusalem, Hillary memiliki waktu dua hari untuk memulai pembahasan mulai hari ini, sebelum dia dijadwalkan bertemu dengan Mahmoud Abbas pemimpin otoritas Palestina, PLO, di Tepi Barat pada hari Rabu.
Meskipun AS adalah sekutu terdekat Israel, ada kekhawatiran akan munculnya potensi selisih antara dua negara tersebut. Calon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepertinya tidak akan sepakat dengan solusi konflik Gaza. Sementara itu AS mengkritisi Israel yang terus membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Wartawan BBC di Timur Tengah, Tim Franks, mengatakan hubungan antara AS dan Israel sepertinya akan sedikit mendingin. Dia juga memperkirakan nada diplomasi AS kini akan lebih terdengar agak mengutuk pembangunan Israel di Tepi Barat tersebut, senada dengan pandangannya dalam membahas Hamas yang menguasai Jalur Gaza. AS mengatakan bahwa Hamas adalah organisasi teroris dan menolak berunding dengan mereka.
AS sendiri tak ingin dana 900 juta dollar yang disumbangkan untuk pembangunan kembali Gaza dan pemerintah Palestina sampai ke tangan Hamas. Serangan militer Israel pada Desember dan Januari lalu telah menewaskan 1.300 warga Palestina dan 412 adalah anak-anak.
Serangan itu juga menghancurkan ribuan rumah dan gedung-gedung. Dalam operasi militernya itu, hanya 13 warga Israel yang terbunuh. Pihak Israel beralasan operasi militer untuk menghentikan serangan roket dari Gaza. Saat berbicara di Mesir, Hillary berkata dia sangat terganggu karena serangan masih terus berlangsung.
Menurut laporan AFP, pada Senin malam, misalnya, sebuah roket diluncurkan dari Jalur Gaza dan mendarat di desa Ashkelon di selatan Israel. Tak ada yang terluka atau rusak akibat serangan ini. Masih menurut AFP, terhitung sejak keduanya menyepakati gencatan senjata 18 Januari silam, tak kurang 120 roket telah diluncurkan dari Jalur Gaza.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar