JAKARTA, JUMAT — Pemerintah Indonesia menghargai pernyataan Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton yang mendukung Palestina sebagai negara merdeka.
Hal ini disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, Jumat (6/3) di Deplu, Jakarta. "Kami menyambut positif. Posisi Indonesia sudah jelas. Kami menghargai upaya penciptaan perdamaian di Palestina," ujar Faizasyah kepada para wartawan.
Jika Palestina merdeka, kata Faizasyah, Pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan untuk membuka jalur diplomatik dengan Israel. "Namun, kami lihat dulu bagaimana proses perdamaiannya," ujarnya.
Hillary saat berkunjung ke Timur Tengah, Selasa (3/3), menegaskan kepada para pejabat Israel bahwa pemerintah AS terikat komitmen pada berdirinya negara Palestina yang berdampingan dengan Israel.
Meskipun menyatakan terserah kepada rakyat dan pemerintah Israel untuk memutuskan masalah ini, Hillary mengatakan, "Kami kebetulan percaya bahwa gerakan ke arah penyelesaian dua-negara, selangkah demi selangkah, adalah demi kepentingan utama Israel."
Hillary juga mengatakan kepada Presiden Israel Shimon Peres bahwa negaranya akan mengupayakan hidup berdampingan secara damai antara negara Israel dan Palestina. Sementara Peres menjawab bahwa setiap pemerintah Israel yang berasal dari proses pembentukan kabinet yang sedang berlangsung akan "terikat komitmen pada proses perdamaian dan kesepakatan terdahulu" dengan Palestina.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar